Studi Ketahanan Matriks Alginat-IS258 Diperkuat Polyvinil Alcohol Dalam Memproduksi Bioetanol Dari Analog Nira Kelapa
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.03.p11Kata Kunci:
imobilisasi, khamir IS258, matriks alginat, polyvinil alcohol, bioetanolAbstrak
Kebutuhan energi yang semakin meningkat mendorong pengembangan energi alternatif ramah lingkungan salah satunya bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi melalui fermentasi gula menggunakan khamir untuk menghasilkan alkohol, bisa memakai IS258 yang diimobilisasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui ketahanan matriks alginat-IS258 diperkuat polyvinil alcohol (Alg-PVA-IS258), mengetahui lama penggunaan, dan jumlah bioetanol yang dihasilkan dengan penggunaan Alg-PVA-IS258. Penelitian ini bersifat eksperimental deskriptif dengan empat konsentrasi PVA (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% (b/v)), masing-masing tiga kali pengulangan pada setiap perlakuan, menggunakan sistem fed-batch selama delapan siklus fermentasi. Parameter yang diamati meliputi total etanol, efisiensi fermentasi, ketahanan fisik beads, derajat keasaman, sisa gula dan total mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matriks alginat tanpa PVA menghasilkan etanol tertinggi 34,8 mL, efisiensi 83,8%, bertahan hingga siklus kedelapan. Sedangkan melalui penambahan PVA 0,5%; 1%; 1,5%, 2% berturut-turut menghasilkan etanol tertinggi 34,0 mL, efisiensi 81,8%, bertahan hingga siklus ketujuh; etanol tertinggi 33,5 mL, efisiensi 62,6% bertahan hingga silkus keenam; etanol tertinggi 33,0 mL, efisiensi 61,7% bertahan hingga siklus keenam; etanol tertinggi 32,0 mL, efisiensi 56,7% bertahan hingga siklus kelima. Dengan penambahan PVA, ketahanan matriks alginat-IS258 belum meningkat selama siklus fermentasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa matriks alginat tanpa penambahan PVA memiliki ketahanan terbaik karena dapat digunakan lebih lama dalam siklus fermentasi.






