Karakteristik Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Sumber Antioksidan pada Perlakuan Ukuran Partikel dan Waktu Maserasi

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p15

Kata Kunci:

kulit buah kakao, ekstraksi, antioksidan, ukuran partikel, waktu maserasi

Abstrak

Kulit buah kakao belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani; sebagian besar kulit buah kakao dibuang begitu saja di sekitar pohon kakao atau dikumpulkan dalam satu lubang lalu ditimbun tanah. Limbah kulit buah kakao dapat dimanfaatkan secara optimal dengan mengekstraksi senyawa polifenol yang berfungsi sebagai bahan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan waktu maserasi terhadap ekstrak kulit buah kakao sebagai sumber antioksidan, serta menentukan ukuran partikel dan waktu maserasi terbaik untuk menghasilkan ekstrak tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ukuran partikel yang terdiri dari 40, 60, dan 80 mesh. Faktor kedua adalah waktu maserasi yang terdiri dari 24, 36, dan 48 jam. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel dan waktu maserasi berpengaruh terhadap rendemen, total fenolik, dan kapasitas antioksidan ekstrak kulit buah kakao; sementara itu, interaksi antar-faktor berpengaruh terhadap total fenolik dan kapasitas antioksidan, namun tidak berpengaruh terhadap rendemen ekstrak. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak kulit buah kakao sebagai sumber antioksidan adalah ukuran partikel 80 mesh dengan waktu maserasi 48 jam, yang menghasilkan nilai rendemen sebesar 5,22 ± 0,05%, total fenolik 148,09 ± 0,00 mg GAE/g, dan kapasitas antioksidan 118,71 ± 0,13 mg GAEAC/g.

Diterbitkan

2020-03-30

Terbitan

Bagian

Articles