Simulasi Model Sistem Dinamik Ketersediaan Bawang Putih (Allium sativum, L.) di Provinsi Bali

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p13

Kata Kunci:

dinamika sistem, ketersediaan bawang putih, provinsi bali

Abstrak

Permintaan bawang putih di Bali tergolong tinggi dan melampaui kemampuan produksi petani setempat. Oleh karena itu, pasokan bawang putih didatangkan dari pulau-pulau lain di Indonesia. Permintaan bawang putih diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan perkembangan industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran bawang putih, menganalisis ketersediaan stok bawang putih, serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna menjamin kecukupan pasokan bawang putih di Bali sehingga harga tetap stabil. Penelitian dilakukan di Provinsi Bali menggunakan metode pemodelan dinamika sistem dengan periode simulasi dari tahun 2012 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi stok bawang putih di Bali meliputi produksi, permintaan, pasokan antarpulau, dan harga. Selain itu, hasil simulasi menunjukkan bahwa produksi bawang putih di Bali tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga berdampak pada harga. Dengan demikian, diperlukan pasokan antarpulau untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan bawang putih. Berdasarkan berbagai skenario simulasi, kebijakan paling efektif untuk meminimalkan ketergantungan pada pasokan antarpulau sekaligus menstabilkan harga adalah dengan meningkatkan luas lahan tanam bawang putih sebesar 35% per tahun dan meningkatkan produktivitas lahan perkebunan bawang putih sebesar 5 ton per tahun.

Diterbitkan

2020-03-30

Terbitan

Bagian

Articles