Karakteristik Ekstrak Alga Coklat (Sargassum polycystum) sebagai Antioksidan pada Perlakuan Perbandingan Pelarut Aseton dan Etilasetat
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p11Kata Kunci:
Sargassum polycystum, fukosantin, antioksidan, aseton, etil asetatAbstrak
*Sargassum polycystum* merupakan salah satu jenis alga cokelat asal Indonesia yang berpotensi sebagai pewarna alami dan sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pelarut aseton dan etil asetat terhadap karakteristik ekstrak *Sargassum polycystum* sebagai antioksidan, serta menentukan rasio terbaik antara aseton dan etil asetat untuk menghasilkan karakteristik ekstrak *Sargassum polycystum* yang optimal sebagai antioksidan. Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan perlakuan perbandingan pelarut aseton dan etil asetat. Perlakuan terdiri dari delapan taraf: 1:0; 0,81:0,19; 0,67:0,33; 0,52:0,48; 0,38:0,62; 0,24:0,76; 0,1:0,9; dan 0:1. Perlakuan dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan waktu pelaksanaan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dengan perangkat lunak Minitab 17 dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan pelarut aseton dan etil asetat berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kandungan senyawa fukosantin, aktivitas antioksidan, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*), dan tingkat kekuningan (b*) pada ekstrak alga cokelat (*Sargassum polycystum*). Perlakuan perbandingan aseton dan etil asetat (1:0) dengan konstanta dielektrik 20,70 merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak alga cokelat (*Sargassum polycystum*) dengan karakteristik rendemen 2,83 ± 0,42 persen, kandungan senyawa fukosantin 0,031 ± 0,005 g fukosantin/g, nilai IC50 163,43 ± 3,26 ppm, tingkat kecerahan (L*) 19,60 ± 0,00, tingkat kemerahan (a*) 11,84 ± 0,01, dan tingkat kekuningan (b*) 8,83 ± 0,02.






