Karakteristik Kandungan Fukosantin dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Alga Coklat (Sargassum polycystum) pada Perlakuan Konsentrasi Pelarut Aseton dan Suhu Maserasi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p10Kata Kunci:
Sargassum polycystum, aseton, maserasi, fukosantin, antioksidanAbstrak
Fukosantin memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut aseton dan suhu maserasi terhadap kandungan fukosantin dan aktivitas antioksidan ekstrak alga cokelat (*Sargassum polycystum*), serta menentukan kombinasi terbaik dari kedua faktor tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pelarut (70%, 80%, dan 90%), sedangkan faktor kedua adalah suhu maserasi (30±2°C, 40±2°C, dan 50±2°C). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut aseton berpengaruh terhadap kandungan fukosantin dan aktivitas antioksidan, namun tidak memengaruhi rendemen. Suhu maserasi berpengaruh terhadap rendemen, kandungan fukosantin, dan aktivitas antioksidan. Interaksi antara perlakuan konsentrasi pelarut aseton dan suhu maserasi sangat memengaruhi kandungan fukosantin dan aktivitas antioksidan, namun tidak memengaruhi rendemen. Perlakuan konsentrasi pelarut aseton 80% dan suhu maserasi 30±2°C merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak alga cokelat (*Sargassum polycystum*) dengan rendemen 3,24 ± 0,45%, kandungan fukosantin 1,03 ± 0,01 g fukosantin/g, dan aktivitas antioksidan 99 ± 8,49 ppm, yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat.






