Karakteristik Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Sumber Antioksidan pada Perlakuan Konsentrasi Pelarut dan Ukuran Partikel
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p04Kata Kunci:
kulit buah kakao, konsentrasi pelarut, ukuran partikel, antioksidanAbstrak
Kulit buah kakao merupakan limbah terbanyak dari proses pengolahan buah kakao dan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah kulit buah kakao mengandung polifenol yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Polifenol dalam kulit buah kakao dapat diperoleh melalui metode ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut dan ukuran partikel terhadap ekstrak kulit buah kakao sebagai sumber antioksidan, serta menentukan kombinasi konsentrasi pelarut dan ukuran partikel terbaik untuk menghasilkan ekstrak tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pelarut yang terdiri dari etanol 70%, 80%, dan 90%. Faktor kedua adalah ukuran partikel yang terdiri dari 40, 60, dan 80 mesh. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut dan ukuran partikel berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen, total fenolik, dan kapasitas antioksidan ekstrak kulit buah kakao. Perlakuan terbaik untuk ekstraksi kulit buah kakao sebagai sumber antioksidan adalah konsentrasi etanol 90% dan ukuran partikel 80 mesh, dengan karakteristik rendemen sebesar 10,78±0,61%, total fenolik 110,65±0,80 mg GAE/g, dan kapasitas antioksidan 55,08±0,78 mg GAEAC/g.






