Pengaruh Penambahan Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Suhu Proses Pemanasan terhadap Karakteristik Body Scrub

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p03

Kata Kunci:

body scrub, daun kelor, suhu proses pemanasan

Abstrak

Lulur (*body scrub*) adalah produk yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori sehingga kulit menjadi lebih cerah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun kelor dan suhu proses pemanasan terhadap karakteristik lulur, serta menentukan persentase penambahan bubuk daun kelor dan suhu pemanasan terbaik untuk menghasilkan lulur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah persentase penambahan bubuk daun kelor dan faktor kedua adalah suhu proses pemanasan. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf yaitu 4%, 5%, dan 6%, sedangkan faktor kedua terdiri dari 2 taraf yaitu 65°C dan 70°C. Hasil penelitian pada minggu ke-6 penyimpanan menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun kelor memengaruhi viskositas, daya sebar, dan daya lekat, namun tidak memengaruhi pH serta penerimaan keseluruhan lulur. Suhu proses pemanasan tidak memengaruhi pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, maupun penerimaan keseluruhan lulur. Penambahan bubuk daun kelor sebesar 4% dan suhu pemanasan 65°C merupakan perlakuan terbaik untuk lulur, dengan karakteristik pada minggu ke-6 penyimpanan sebagai berikut: pH 4,8; viskositas 10.307 cP; daya sebar 5,2 cm; daya lekat 36,75 detik; dan rasio pemisahan = 1.

Diterbitkan

2020-03-30

Terbitan

Bagian

Articles