Pengaruh Jenis Pelarut dan Perbandingan Bahan dengan Pelarut terhadap Ekstrak Warna Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca F.).

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2020.v08.01.p01

Kata Kunci:

Kulit pisang kepok, jenis pelarut, rasio bahan terhadap pelarut, ekstraksi, pewarna alami

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan rasio bahan terhadap pelarut terhadap warna ekstrak kulit pisang. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pelarut yang terdiri dari tiga taraf: n-heksana, aseton, dan etanol. Faktor kedua adalah rasio pelarut yang terdiri dari empat taraf: 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12. Percobaan dibagi menjadi dua kelompok dengan total 24 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi rendemen, total karotenoid, dan intensitas warna terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio bahan terhadap pelarut berpengaruh nyata terhadap total karotenoid dan tingkat kemerahan (a*), sedangkan terhadap rendemen, tingkat kecerahan (L*), dan tingkat kekuningan (b*) tidak memberikan pengaruh nyata. Interaksi jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap total karotenoid dan tingkat kemerahan (a*), namun tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen, tingkat kecerahan (L*), dan tingkat kekuningan (b*). Pelarut etanol dengan rasio bahan terhadap pelarut 1:6 merupakan pelarut terbaik untuk menghasilkan ekstrak pewarna kulit pisang dengan karakteristik rendemen 2,40 ± 0,11%, karotenoid 0,67 ± 0,00%, L* 2,40 ± 0,11, a* 56,58 ± 6,92, dan b* 1,66 ± 0,17.

Diterbitkan

2020-03-30

Terbitan

Bagian

Articles