Analisis Kelayakan Finansial Dan Strategi Pemasaran Investasi Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada PT. ABC

Penulis

  • Ikhsan Nurdziky Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Nina Hairiyah Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Endang Puryani Sari Politeknik Negeri Tanah Laut

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.03.p08

Kata Kunci:

TKKS, biochar, kelayakan finansial, analisis sensitivitas, strategi pemasaran

Abstrak

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat utama yang dihasilkan dari industri pengolahan kelapa sawit dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah. PT ABC menghasilkan sekitar ±26.900 ton TKKS per tahun, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Salah satu alternatif pemanfaatan TKKS adalah diolah menjadi biochar melalui proses pirolisis yang dapat digunakan sebagai pembenah tanah ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial investasi biochar berbasis TKKS, menguji ketahanannya terhadap risiko fluktuasi pasar melalui analisis sensitivitas, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi produk biochar di PT ABC. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis kelayakan finansial dilakukan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), dan Break Even Point (BEP), dilanjutkan dengan analisis sensitivitas terhadap skenario perubahan harga jual dan biaya variabel. Strategi pemasaran dianalisis menggunakan pendekatan Segmenting, Targeting, Positioning (STP) dan marketing mix 4P (product, price, place, promotion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi usaha biochar layak untuk dijalankan dengan nilai NPV sebesar Rp986.237.000, IRR sebesar 37,1%, Net B/C sebesar 1,77, Payback Period selama 2,14 tahun, dan BEP sebesar Rp926.110.000 per tahun (463,06 ton), yang seluruhnya berada dalam kriteria layak. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa investasi ini tetap layak dijalankan meskipun terjadi penurunan harga jual 10% atau kenaikan biaya variabel 15% secara terpisah, namun menjadi tidak layak apabila kedua kondisi tersebut terjadi secara bersamaan, dengan harga jual produk teridentifikasi sebagai parameter paling sensitif terhadap profitabilitas usaha. Strategi pemasaran yang direkomendasikan difokuskan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit, petani plasma, dan pelaku agribisnis ramah lingkungan di wilayah Kalimantan Selatan, dengan produk diposisikan sebagai pembenah tanah berbasis limbah TKKS yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, investasi pengolahan biochar berbasis TKKS di PT ABC dinilai layak secara finansial, memiliki ketahanan terhadap risiko pasar pada skenario moderat, dan memiliki prospek pasar yang potensial untuk dikembangkan dengan mempertimbangkan potensi sertifikasi produk dan perdagangan karbon di masa depan.

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Articles