Karakteristik Mikroemulsi Minyak Daun Sirih (Piper betle L.) pada Perlakuan Rasio Campuran Surfaktan dan Minyak Daun Sirih
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.04.p14Kata Kunci:
mikroemulsi, surfaktan, Piper betle Linn, rasioAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio campuran surfaktan dan minyak daun sirih terhadap karakteristik mikroemulsi minyak daun sirih serta menentukan rasio campuran surfaktan dan minyak daun sirih yang tepat untuk memperoleh karakteristik mikroemulsi terbaik. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan perlakuan rasio surfaktan : minyak daun sirih dengan 10 taraf yaitu 100:0; 98:2; 96:4; 94:6; 92:8; 90:10; 88:12; 86:14; 84:16 dan 82:18. Pengelompokkan berdasarkan waktu pengerjaan. Mikroemulsi terbaik yaitu mikroemulsi yang mempunyai konsentrasi minyak daun sirih tertinggi. Mikroemulsi terbaik diuji stabilitasnya terhadap pH dan pengenceran selama penyimpanan 8 minggu. Pengujian nilai indeks turbiditasnya dilakukan setiap 2 minggu. Laju kerusakan dihitung menggunakan analisis regresi linier. Mikroemulsi dibuat dengan mencampur surfaktan dan minyak daun sirih (fase minyak sebanyak 5 ml), selanjutnya ditambahkan akuades demineralisasi (fase air) tetes demi tetes sebanyak volume (10 ml). Mikroemulsi diinkubasi selama 24 jam dan ditera menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 502 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio campuran surfaktan dan minyak daun sirih berpengaruh terhadap karakteristik mikroemulsi minyak daun sirih. Rasio surfaktan dan minyak sirih 94:6 merupakan perlakuan terbaik untuk membuat mikroemulsi minyak daun sirih dengan karakteristik mikroemulsi yang memiliki kenampakan transparan, nilai indeks turbiditas sebelum dan setelah sentrifugasi yaitu sebesar 0,225±0,005% dan 0,196±0,005% serta memiliki ukuran partikel 14,8±6,9 nm, dan ukuran droplet terbanyak adalah 11 nm. Mikroemulsi minyak daun sirih dengan rasio surfaktan dan minyak daun sirih 94:6 stabil selama 8 minggu penyimpanan.






