Karakteristik Komposit Bioplastik Maizena dan Glukomanan pada Perlakuan Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengisi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.04.p03Kata Kunci:
komposit bioplastik, maizena, glukomanan, ZnO, CaCO3, clay, nanoselulosaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengisi terhadap karakteristik komposit bioplastik maizena dan glukomanan, serta menentukan jenis dan konsentrasi bahan pengisi yang dapat menghasilkan komposit bioplastik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Internasional. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis bahan pengisi yang terdiri dari ZnO, CaCO3, clay, nanoselulosa. Faktor II adalah konsentrasi bahan pengisi yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0%; 5%; 10%; 15%. Percobaan ini menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dan dikelompokkan menjadi 2 kelompok sehingga diperoleh 32 satuan percobaan. Data dianalisis keragamannya dan dilanjutkan dengan uji Tukey menggunakan software Minitab17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi bahan pengisi berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, pengembangan tebal, biodegradasi serta berpengaruh nyata terhadap WVTR. Interaksinya berpengaruh sangat nyata terhadap kuat tarik, elastisitas, pengembangan tebal, WVTR serta berpengaruh nyata terhadap perpanjangan saat putus dan biodegradasi. Komposit bioplastik maizena dan glukomanan yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Internasional pada variabel kuat tarik dan biodegradasi adalah menggunakan bahan pengisi nanoselulosa dengan konsentrasi 10% dan 15% yang memiliki karakteristik kuat tarik sebesar 15,23 dan 16,93 MPa, perpanjangan saat putus 11,47 dan 10 ,76 %, elastisitas 132,81 dan 158,61 MPa, pengembangan tebal 68,93 dan 69,58 %, WVTR 1,18 dan 1,24 g/m2.jam, laju biodegradasi dengan lama waktu 7 hari. Komposit bioplastik maizena dan glukomanan mengandung gugus fungsi hidrokarbon -(CH2)n, karboksil (C-O), alkena (C=C), alkuna (C≡C), hidroksil asam karboksilat (O-H), hidroksil alkohol (OH), karbonil (C=O) dan senyawa aromatik (C-H).






