Karakteristik Minyak Jelantah Hasil dari Proses Pemurnian dengan Ampas Tebu pada berbagai Variasi Suhu dan Waktu Pengadukan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.04.p01

Kata Kunci:

minyak jelantah, waktu pengadukan, suhu, ampas tebu

Abstrak

Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah dipakai berulang-ulang. Minyak jelantah dapat digunakan  sebagai bahan bakusabun dan biodisel. Namun sebelum digunakan, minyak jelantah harus dimurnikan terlebih  dahulu menggunakan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu  pengadukan terhadap karakteristik minyak jelantah yang dimurnikan dengan ampas tebu dan menentukan suhu  dan waktu pengadukan terbaik untuk menghasilkan karakteristik minyak jelantah yang terbaik. Penelitian ini  menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah suhu pengadukan yang terdiri 4 taraf  yaitu: 70 °C, 80 °C, 90 °C dan 100 °C. Faktor kedua adalah waktu pengadukan yang terdiri dari 3 taraf yaitu:  60, 70, dan 80 menit. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengadukan berpengaruh sangat nyata terhadap kejernihan, kadar air,  kadar asam lemak bebas dan tingkat kecerahan. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat kejernihan dan kecerahan. Perlakuan terbaik dari proses pemurnian minyak jelantah menggunakan  ampas tebu adalah perlakuan suhu 100°C dan waktu pengadukan 80 menit, dengan karakteristik tingkat  kejernihan 0,149±0,010 A, kadar air 0,13±0,02%, kandungan asam lemak bebas 0,21±0,02% dan tingkat  kecerahan 47,37±0,01L*.

Diterbitkan

2021-12-30

Terbitan

Bagian

Articles