Pengaruh Lama Pemanasan Bakteriosin dari Isolat Bal PR.6.10.5 dan PR.6.15.2 Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 8739
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.03.p13Kata Kunci:
bakteri asam laktat (BAL),, bakteriosin, Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 8739, waktu pemanasanAbstrak
Setelah dipanaskan pada suhu 100o Celcius, bakteriosin dari BAL asinan rebung bambu tabah diasumsikan akan mampu menghambat bakteri patogen khususnya bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 8739. Bakteriosin isolat BAL PR.6.10.5 dan PR.6.15.2 kemudian dipanaskan pada suhu 100oC selama 0, 5, 10, dan 15 menit dan diukur dengan analisis regresi serta korelasi terhadap variabel penghambatan pertumbuhan bakteri S. aureus ATCC 25923 danEscherichia coli ATCC 8739. Penelitian menunjukkan variasi waktu dalam pemanasan suhu 100°C menghasilkan pembentukan diameter zona hambat (mm), nilai aktivitas (mm2/ml), dan pengaruh (r dan R2) kedua bakteriosin terhadap penghambatan bakteri






