Karakterisasi Selulosa dari Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) pada Berbagai Konsentrasi Hidrogen Peroksida dan Suhu Proses Bleaching
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.03.p03Kata Kunci:
selulosa, kulit buah kakao, bleaching hidrogen peroksida, suhuAbstrak
Kulit buah kakao merupakan hasil samping pengolahan kakao yang cukup banyak dan memiliki nilai ekonomis rendah. Selulosa kulit buah kakao dapat diisolasi dengan proses delignifikasi dan bleaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi hidrogen peroksida dan suhu proses bleaching terhadap karakteristik selulosa yang dihasilkan, serta untuk menentukan kombinasi konsentrasi hidrogen peroksida dan suhu proses bleaching terbaik untuk menghasilkan selulosa kulit buah kakao. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi H2O2, terdiri dari 10%, 20% dan 30%. Faktor kedua yaitu suhu proses bleaching, terdiri dari 60oC, 80oC dan 100oC. Data dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Variabel yang diamati antara lain rendemen, derajat putih, kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan uji indeks efektivitas. Konsentrasi hidrogen peroksida dan suhu proses bleaching berpengaruh terhadap rendemen, derajat putih, kandungan selulosa dan lignin hasil bleaching kulit buah kakao. Suhu proses bleaching berpengaruh, namun konsentrasi hidrogen perosksida tidak berpengaruh terhadap kandungan hemiselulosa hasil bleaching kulit buah kakao. Interaksi antar perlakuan berpengaruh terhadap derajat putih dan kandungan selulosa, namun tidak berpengaruh terhadap rendemen, kandungan hemiselulosa dan lignin hasil bleaching kulit buah kakao. Perlakuan terbaik proses bleaching untuk menghasilkan selulosa kulit buah kakao dengan karakteristik terbaik yaitu dengan konsentrasi hidrogen peroksida 30% dan suhu proses bleaching 100oC. Karakteristik selulosa kulit buah kakao yang dihasilkan yaitu dengan rendemen, derajat putih, kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin masing-masing sebesar 16,88±0,12%, 59,67±0,50%, 70,40±0,44%, 6,33±0,19% dan 4,49±0,46%.






