Variasi Konsentrasi Glukosa pada Media Tumbuh dan Lama Fermentasi Dalam Memproduksi Etanol oleh Isolat BM1-CP14
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.02.p06Kata Kunci:
Bakteri, isolat BM1-CP14, konsentrasi glukosa, lama fermentasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi glukosa terhadap media isolat BM1- CP14 penghasil etanol dan pengaruh lama fermentasi untuk menghasilkan etanol serta menentukan kurva fase pertumbuhan isolat BM1-CP14. Penelitian ini menggunakan 4 konsentrasi glukosa (8, 12, 16 dan 20%) dan 3 waktu fermentasi (14, 17 dan 20 hari). Proses penelitian eksperimental-eksploratif dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu peremajaan kultur BM1-CP14, perbanyakan kultur, adjust (kekeruhan) isolat sel, pengukuran konsentrasi glukosa pada media fermentasi, fermentasi dan distilasi. Konsentrasi glukosa yang kurang atau lebih dari kisaran 10‒18% berpengaruh dalam menghasilkan etanol, dimana total etanol yang dihasilkan tidak optimal. Total etanol tertinggi diperoleh dari konsentrasi glukosa 16% dengan lama fermentasi 10 hari yang memiliki selisih total padatan terlarut 8,30 (∆% brix) menghasilkan total etanol tertinggi yaitu 38,75 mL. Konsentrasi glukosa 8% menghasilkan total etanol yang kurang optimal yaitu 18,00 mL dengan selisih total padatan 4,20 (∆% brix), sedangkan konsentrasi glukosa 20% memiliki selisih total padatan terlarut 6,20 (∆% brix) dan menghasilkan total etanol 26,50 mL. Lama fermentasi 14, 17 dan 20 hari berpengaruh dalam produksi etanol yaitu semakin lama fermentasi maka total etanol yang dihasilkan semakin menurun. Lama fermentasi 14 hari menghasilkan total etanol 37,50 mL dengan selisih total padatan terlarut 5,05 (∆% brix). Pada fermentasi yang lebih lama yaitu 17 dan 20 hari, total etanol yang dihasilkan semakin berkurang sehingga total etanol yang dihasilkan semakin kecil. Kurva pertumbuhan isolat BM1-CP14 menunjukkan isolat pertumbuhan BM1-CP14 dengan waktu tumbuh 54 jam, dimulai dari fase eksponensial selama 12 jam, fase stasioner selama 18 jam dan berakhir pada fase kematian.






