Karakteristik Komposit Bioplastik dalam Variasi Rasio Pati Gadung (Dioscorea hispida D.) - Glukomanan dan Suhu Gelatinisasinya
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.02.p02Kata Kunci:
bioplastik, glukomanan, komposit, pati gadung, suhu gelatinisasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio pati gadung (Dioscorea hipida D.) – glukomanan dan interaksi keduanya terhadap karakteristik komposit bioplastik dan menentukan rasio pati gadung (Dioscorea hipida D.) – glukomanan dan suhu gelatinisasinya yang memberikan karakteristik komposit bioplastik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) percobaan faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah variasi rasio pati umbi gadung – glukomanan yang terdiri dari 3 taraf yaitu (60:40), (50:50) dan (40:60). Faktor kedua adalah suhu gelatinisasi yang terdiri dari 3 taraf yaitu 75±1oC, 80±1oC dan 85±1oC. Masing-masing perlakuan dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan waktu proses pembuatan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas dan waktu biodegradasi. Data yang diperoleh dari hasil analisis keragamannya dan dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio pati gadung – glukomanan dan suhu gelatinisasi serta interaksinya berpengaruh sangat nyata terhadap perpanjangan saat putus, kuat tarik dan elastisitas. Tetapi variasi pati gadung- glukomanan dan suhu gelatinisasi serta interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap waktu biodegradasi. Rasio pati umbi gadung – glukomanan (60:40) dengan suhu gelatinisasi 85±1oC menghasilkan karakteristik bioplastik terbaik dengan nilai kuat tarik 4,4 MPa, perpanjangan saat putus 9,5%, nilai elastisitas 22,390 MPa.dan menghasilkan lama degradasi 7 hari. Terdapat 2 variabel yang telah memenuhi standart yaitu: perpanjangan saat putus komposit bioplasti sudah memenuhi Standart plastik SNI dan biodegradasi sudah memenuhi standar plastik internasional ASTM 5336.






