Karakteristik Komposit Bioplastik dalam Variasi Rasio Maizena-Glukomanan dan Jenis Pemlastis
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.01.p09Kata Kunci:
bioplastik, rasio pati jagung-glukomanan, gliserol, propilen glikol, sorbitolAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio tepung jagung-glukomanan dan jenis plasticizer terhadap karakteristik komposit bioplastik untuk menghasilkan komposit bioplastik terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah variasi rasio tepung jagung-glukomanan yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu 5:1; 4,5:1,5; 4:2. Faktor kedua adalah jenis plasticizer, yaitu gliserol, sorbitol, dan propilen glikol. Setiap perlakuan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan waktu pembuatan bioplastik, sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah kekuatan tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, pembengkakan, dan biodegradasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk keberagaman dan dilanjutkan dengan uji Significant Honest Difference (SDG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa... Variasi rasio pati jagung-glukomanan dan jenis plasticizer serta interaksinya memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kekuatan tarik, perpanjangan saat putus, dan elastisitas. Variasi rasio pati jagung-glukomanan dan jenis plasticizer memiliki pengaruh yang sangat signifikan, tetapi interaksi tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembengkakan. Karakteristik bioplastik terbaik ditemukan pada variasi pati jagung-glukomanan (4:2) dengan jenis plasticizer gliserol dengan nilai kekuatan tarik 5,685 MPa, perpanjangan saat putus 20,110%, elastisitas 26,735 MPa, pembengkakan 1,149%, dan durasi degradasi 6 hari






