Karakteristik Ekstrak Pewarna Alami Daun Singkong (Manihot esculenta) pada Perlakuan Jenis Pelarut dan Suhu Maserasi

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.01.p05

Kata Kunci:

daun singkong, ekstraksi, suhu maserasi, pewarna alami, jenis pelarut

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan suhu maserasi terhadap karakteristik  ekstrak pewarna alami daun singkong dan menentukan jenis pelarut dan suhu maserasi terbaik untuk  mendapatkan ekstrak pewarna alami daun singkong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  Pola Faktorial dengan 2 Faktor yaitu Jenis Pelarut (Etanol 85%, Aseton 85% dan Campuran (Etanol 85% :  Aseton 85%) dan Suhu Maserasi (35°C, 45°C dan 55°C). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam  dan apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan  interaksi perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, klorofil b, tingkat kecerahan (L*), tingkat  kekuningan (b*), klorofil total, klorofil a, kemerahan (a*), tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap interaksi  pada tingkat kemerahan (a*). Perlakuan jenis pelarut aseton 85% dan suhu maserasi 55°C merupakan  perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak aseton pewarna alami daun singkong dengan karakteristik  rendemen sebesar 14,04%, klorofil total sebesar 12,10%, klorofil a sebesar 4,39%, klorofil b sebesar 7,71%,  tingkat kecerahan (L*) sebesar 16,46, tingkat kemerahan (a*) sebesar 9,77, tingkat kekuningan (b*) sebesar  5,70.

Diterbitkan

2021-03-30

Terbitan

Bagian

Articles