Karakteristik Ekstrak Kulit Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) Sebagai Sumber Antioksidan Pada Perlakuan Suhu Dan Waktu Maserasi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2021.v09.01.p01Kata Kunci:
kulit biji kakao, ekstraksi, polifenol, antioksidanAbstrak
Kulit biji kakao merupakan limbah dari pengolahan kakao yang cukup besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit biji kakao dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami dengan cara mengekstraksi senyawa polifenolnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap ekstrak kulit biji kakao sebagai sumber antioksidan serta untuk menentukan suhu dan waktu maserasi terbaik dalam menghasilkan ekstrak kulit biji kakao sebagai sumber antioksidan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu maserasi yang terdiri atas 30±2˚C, 40±2˚C, dan 50±2˚C. Faktor kedua yaitu waktu maserasi yang terdiri atas 24, 36, dan 48 jam. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu maserasi berpengaruh sangat nyata sedangkan waktu maserasi berpengaruh nyata terhadap rendemen, total fenolik, dan kapasitas antioksidan. sedangkan Interaksi antar perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap rendemen, total fenolik, dan kapasitas antioksidan. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak kulit biji kakao sebagai sumber antioksidan adalah menggunakan suhu maserasi 50±2˚C dan waktu maserasi 48 jam dengan karakteristik rendemen 2,77 persen, total fenolik sebesar 72,35 mg GAE/g, dan kapasitas antioksidan sebesar 17,45 mg






