Pengaruh Konsentrasi Polikaprolakton Dan Kompatibiliser Asam Maleat Anhidrida Terhadap Karakteristik Komposit Bioplastik Maizena-Glukomanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
Komposit bioplastik, pati jagung, glukomanan, polikaprolakton, anhidrida maleatAbstrak
Kelemahan komposit bioplastik pati jagung dan glukomanan adalah bersifat hidrofilik sehingga komposit bioplastik tersebut memiliki nilai pembengkakan, WVTR, kuat tarik, perpanjangan putus, dan modulus muda tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi polikaprolakton dan maleat anhidrida serta interaksinya terhadap karakteristik komposit bioplastik pati jagung-glukomanan, dan untuk mengetahui konsentrasi kompatibilitas polikaprolakton dan maleat anhidrida yang dapat menghasilkan komposit bioplastik pati jagung-glukomanan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Konsentrasi polikaprolakton yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10%, 12,5%, dan 15%. Faktor II adalah konsentrasi maleat anhidrida yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2,5%, 5%, dan 7,5%. Variabel yang diamati adalah kekuatan tarik, perpanjangan putus, modulus muda, pengembangan, WVTR, biodegradasi dan FTIR. Data yang diperoleh dianalisis keragamannya (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi polikaprolakton dan maleat anhidrida serta interaksinya berpengaruh nyata terhadap kuat tarik, modulus muda, WVTR, dan pengembangan kecuali untuk perpanjangan putus dan biodegradasi. Konsentrasi polikaprolakton 15% dan maleat anhidrida 5% menghasilkan bioplastik komposit terbaik dengan kekuatan tarik 16,16 MPa, perpanjangan putus 2,610%, modulus young 627 MPa, pembengkakan 30,26%, WVTR 0,64g/m2.jam dan degradasi waktu selama 7,33 hari. Komposit bioplastik glukomanan jagung dengan konsentrasi polikaprolakton dan maleat anhidrida menghasilkan gugus fungsi baru yaitu gugus karbonil C=O dan alkuna C≡C.






