Isolasi Selulosa Dari Serat Sabut Kelapa (Cocos Nucifera L.) Pada Variasi Suhu Dan Waktu Proses Bleaching Dengan Asam Perasetat
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2022.v10.i03.p02Kata Kunci:
selulosa, serat sabut kelapa, suhu dan waktu bleaching, asam perasetatAbstrak
Serat sabut kelapa merupakan salah satu sumber selulosa alami di Indonesia yang potensinya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu proses pemutihan menggunakan asam perasetat (PAA) terhadap karakteristik selulosa yang dihasilkan, serta untuk mengetahui kombinasi suhu dan waktu terbaik untuk proses pemutihan dengan PAA untuk menghasilkan selulosa serat sabut kelapa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu suhu (60 °C, 80 °C, 100 °C) dan waktu (30 menit dan 60 menit). Variabel yang diamati adalah rendemen, indeks keputihan, selulosa, hemiselulosa, dan kadar lignin. Data dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji perbandingan berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu proses pemutihan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, indeks keputihan, selulosa, hemiselulosa, dan kadar lignin serat sabut kelapa. Lama proses pemutihan berpengaruh sangat nyata terhadap indeks keputihan, selulosa, hemiselulosa, serta kadar lignin, dan berpengaruh nyata terhadap rendemen serat sabut kelapa. Interaksi suhu dan waktu proses pemutihan berpengaruh sangat nyata terhadap indeks keputihan, selulosa, hemiselulosa, dan lignin, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar rendemen serat sabut kelapa. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan selulosa diperoleh dengan menggunakan PAA pada suhu 100°C dan waktu 60 menit. Karakteristik tersebut adalah rendemen 35,38±0,32%, indeks keputihan 84,77±0,81%, selulosa 83,14±0,22%, hemiselulosa 6,60±0,51%, dan lignin 4,23±0,55%.






