Karakteristik Teh Herbal Bubuk Bunga Markisa (Passiflora Edulis F. Flavicarpa) Pada Berbagai Suhu Pengeringan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i03.p09

Kata Kunci:

teh herbal, suhu pengeringan, bunga markisa, Akarakteristik teh, Antioksidan

Abstrak

Bunga markisa dapat diolah menjadi teh herbal melalui proses pengeringan karena mengandung
flavonoid dan efek ansiolitik. Suhu pengeringan merupakan faktor penting karena dapat
mempengaruhi senyawa bioaktif yang ada pada bahan. Maksud penelitian ini untuk mencari tahu
pengaruh suhu pengeringan pada karakteristik teh herbal bubuk bunga markisa serta menentukan suhu
pengeringan yang menciptakan teh herbal bubuk bunga markisa dengan karakteristik terbaik. Riset ini
memakai Rancangan Acak Kelompok dengan melakukan pengeringan suhu yang terbagi menjadi tiga
taraf yaitu 50±20C, 60±20C, dan 70±20C. Berlandaskan waktu pelaksanaan, untuk melakukan hal ini
dapat dikelompokkan menjadi 5 kali yang kemudian memperoleh 15 satuan pengujian. Data yang
didapatkan di analisis varian dan jika hal tersebut berpengaruh akan variabel yang dianalisis dilakukan
Uji Berbeda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis menyatakan jika suhu pengeringan sangat nyata
berpengaruh akan kadar ekstrak dalam air, kadar abu total, kadar serat kasar, total fenol, total
flavonoid, kapasitas antioksidan, serta kesukaan panelis pada penerimaan keseluruhan produk. Hasil
penelitian menyatakan jika perlakuan suhu pengeringan 60±20C merupakan perlakuan terbaik yang 

Diterbitkan

2023-09-30

Terbitan

Bagian

Articles