Aplikasi Commodity System Assessment Method Dalam Distribusi Sawi Putih (Brassica Pekinensia L) Dari Petani Di Baturiti Ke Pengecer Di Denpasar

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i04.p08

Kata Kunci:

Sawi Putih, Jalur Distribusi, CSAM, Petani baturiti, pengecer denpasar

Abstrak

Sawi putih merupakan urutan ke-empat produksi hortikultura terbesar di Bali. Potensi sawi putih yang cukup besar dibutuhkan oleh masyarakat mempunyai kendala yang mudah rusak pasca pemanenannya dan saat distribusi. Tujuan dari penelitian ini untuk 1) mengetahui jenis dan jumlah jalur distribusi sawi putih 2) menentukan sistem, pelaku, dan penanganan pascapanen sawi putih 3) menghitung dampak penanganan pascapanen sawi putih selama pendistribusian mulai dari tingkat petani di Kecamatan Baturiti hingga ke pengecer di Denpasar. Metode snowball sampling digunakan untuk mengetahui tipe dan jalur distribusi sawi putih, dan untuk menganalisis sistem dan dampak penanganan pada setiap jalur distribusi digunakan Commodity System Assessment Method dengan cara survei dan wawancara langsung ke stakeholder. Didapat hasil penelitian yaitu terdapat empat jalur distribusi sawi putih dari petani di Kecamatan Baturiti hingga ke pengecer di Denpasar yaitu, 1) petani ke pengecer, 2) petani ke pengepul lalu ke pengecer, 3) petani ke pedagang besar lalu ke supplier, 4) petani ke pengepul lalu ke supplier. Penanganan pascapanen selama jalur distribusi meliputi sortasi dan pembersihan, grading, penimbangan, pengemasan, pendistribusian, pemajangan, dan penyimpanan. Dampak penanganan terhadap kehilangan pascapanen tahap sortasi tingkat petani adalah 10,25 persen (signifikan), pengepul 11,42 persen (signifikan), pedagang besar 3,16 persen (tidak signifikan), supplier 4,55 persen (tidak signifikan) dan pengecer 10,68 persen (signifikan).

Diterbitkan

2023-12-30

Terbitan

Bagian

Articles