Ketersediaan Dan Pola Konsumsi Pangan Pokok Pada Rumah Tangga Petani Di Desa Benu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i02.p10Kata Kunci:
ketersediaan pangan, pola konsumsi, pola pangan, gizi buruk, takariAbstrak
Ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga merupakan bagian dari parameter keberhasilan ketahanan pangan. Konsumsi pangan mencerminkan kemampuan dan kemampuan rumah tangga untuk membeli dan memperoleh pangan.Tingginya ketersediaan pangan suatu daerah belum menjamin cukupnya ketersediaan pangan dalam rumah tangga. Masyarakat di lokasi penelitian memiliki tingkat gizi buruk sebanyak 9,3%, sehinga perlu diketahui bagaimana ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 84 responden. Analisis data menggunakan persamaan kandungan kalori bahan makanan dan analisis pola pangan harapan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata persediaan pangan pada rumah tangga petani mencapai 1.351 kg/tahun. Ketersediaan pangan untuk konsumsi termasuk dalam kategori cukup yaitu mencapai 533 hari/tahun. Namun demikian, dilihat dari sisi pola konsumsi petani belum beragam, terlihat dari capaian skor PPH hanya 63,7 dari skor maksimal 100 yang harus dicapai untuk pola konsumsi pangan yang ideal dan optimal. Untuk konsumsi yang mendekati skor PPH ideal ada pada kelompok padi-padian, dan kelompok buah/biji berlemak sedangkan skor PPH terendah pada kelompok Pangan Hewani. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dari sisi ketersediaan dalam kondisi cukup, namun masih rendah dalam keberagaman pangan. Kondisi ini yang diduga menyebabkan ketersediaan sudah cukup memenuhi kebutuhan pangan dalam satu tahun, namun masih dijumpai kasus gizi buruk di lokasi penelitian.






