Pengaruh Konsentrasi Minyak Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Jamur
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i02.p11Kata Kunci:
sinamaldehida, konsentrasi, penghambatan, Saccharomyces cerevisiae, dan Aspergillus nigerAbstrak
Minyak kayu manis (Cinnamomum burmanii) memiliki aktivitas anti bakteri dan anti jamur karena mengandung sinamaldehida. Salah satu jamur toksigenik adalah Saccharomyces cerevisiae yang dapat merusak kualitas minuman legen, dan Aspergillus niger yang menyebabkan otomikosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minyak kayu manis sebagai penghambat pertumbuhan S. cerevisiae dan A. niger serta menentukan konsentrasi minyak kayu manis yang terbaik untuk menghambat pertumbuhan jamur S. cerevisiae dan A. niger. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan konsentrasi minyak kayu manis sebagai perlakuan yang terdiri dari tiga konsentrasi yaitu 0,5%, 1%, dan 1,5%, Masing-masing perlakuan diujikan daya hambatnya pada dua jenis jamur yaitu Saccahromyces cerevisiae dan Aspergillus niger, setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Kemudian hasil rata-rata dan standar devisasi pada data yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah efektivitas antijamur minyak kayu manis. Uji penghambatan pertumbuhan jamur menunjukkan bahwakonsentrasi minyak kayu manis berpengaruh terhadap daya hambat pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger pada konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5%. Konsentrasi minyak kayu manis 1.5% memiliki potensi lebih kuat menghambat pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger dengan masing-masing diameter daya hambat 10.33 mm dan 12.35 mmdan dikategorikan mempunyai daya hambat kuat.






