Pengaruh Rasio Campuran Surfaktan Dan Rasio Campuran Surfaktan Dengan Minyak Atsiri Cempaka Putih (Michelia Alba Dc.) Terhadap Karakteristik Mikroemulsi Sebagai Body Mist
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i02.p01Kata Kunci:
Mikroemulsi, surfaktan, rasio, Michelia alba DCAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio campuran surfaktan Tween 80:Tween 20:Span 80 terhadap karakteristik mikroemulsi minyak atsiri cempaka putih (Michelia Alba Dc.) sebagai body mist serta menentukan rasio campuran surfaktan Tween 80:Tween 20:Span 80 yang tepat untuk memperoleh karakteristik mikroemulsi minyak atsiri cempaka putih sebagai body mist dan menentukan rasio campuran surfaktan dan minyak atsiri cempaka putih yang tepat untuk memperoleh karakteristik mikroemulsi minyak atsiri cempaka putih sebagai body mist. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor. Pada penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama terdiri dari rasio campuran surfaktan tween 20: tween 80: span 80 dengan 5 taraf yaitu (97:2,27:0,25); (97:2,5:0,5); (97:2,25:0,75); (97:2:1) dan (97:1,75:1,25) Tahap kedua terdiri dari rasio campuran surfaktan: minyak atsiri cempaka putih yang terpilih pada tahap pertama yang terdiri dari 11 taraf yaitu (90:10) (87,5:12,5) (85:15) (82,5:17,5) (80:20) (77,5:22,5) (75:25) (72,5:27,5) (70:30) (67,5:32,5) (65:35). Uji stabilitas dilakukan terhadap gaya sentrifugasi, pH dan pengenceran sela ma 8 minggu dengan parameter indeks turbiditas pengujian indeks turbiditas dilakukan setiap 2 minggu, laju kerusakan dihitung menggunakan analisis regresi linier. Nilai indeks turbiditas dibawah 1% dan kenampakan transparan dinyatakan sebagai mikroemulsi yang stabil. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio campuran surfaktan nonionik Tween 80, Tween20, Span80 pada perlakuan RS5 (1,75,97,1,25) merupakan hasil terbaik dengan karakteristik nilai indeks turbiditas sebelum pengujian yaitu 0,241±0,020, sesudah sentrifugasi 0,253±0,026. Sedangkan, rasio campuran surfaktan dan minyak atsiri cempaka putih pada perlakuan SM6 77,5: 22,5 merupakan hasil terbaik dengan kenampakan transparan, nilai indeks turbidias sebelum pengujian 0,464±0,077 dan sesudah sentrifugasi 0,211±0,002. Mikroemulsi terbaik yaitu mikroemulsi yang memiliki konsentrasi minyak cempaka putih tertinggi. Mikroemulsi minyak atsiri cempaka putih stabil terhadap pengenceran menggunakan pH 4,5, pH 5,5, pH 6,5 dan pengenceran 1:9, 1:49, dan 1:99 selama penyimpanan 8 minggu. Ukuran droplet mikroemulsi minyak atsiri cempaka putih dengan rata-rata yaitu 40,0±24,0 nm dengan nilai indeks polidispersi yaitu 0,333. Mikroemulsi minyak atsiri cempaka putih memiliki nilai zeta potensial rata-rata yaitu -1,2 dan stabil selama 8 minggu penyimpanan.






