Analisis Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi Roti Di Pt. Bapak Bakery
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i01.p08Kata Kunci:
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), pengendalian kualitas, six sigmaAbstrak
PT. Bapak Bakery merupakan perusahaan pengolahan pangan khususnya roti dengan berbagai jenis produk. Jenis cacat produk yang sering ditemui yaitu ketidaksesuaian bentuk, ketidaksesuaian ukuran dan gosong. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kecacatan produk roti di PT. Bapak Bakery, mengetahui faktor-faktor penyebab produk cacat yang sering terjadi di PT. Bapak Bakery, serta merumuskan upaya perbaikan yang disarankan untuk mengatasi produk cacat yang sering terjadi di PT.Bapak Bakery. Analisis data menggunakan metode six sigma melalui lima tahapan yaitu define, measure, analyze, improve, dan control (DMAIC) dan diikuti dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan pada tahap analyze. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sigma produk croissant, danish, dan muffin berada pada level 3,93, 3,86 dan 3,09, nilai tersebut masih belum mencapai level six sigma. Nilai sigma produk croissant, danish, dan muffin menunjukkan kemungkinan terjadi cacat produk sebesar 7.852, 9.457 dan 56.956 setiap satu juta kesempatan. PT. Bapak Bakery perlu melakukan pengendalian kualitas untuk mencapai target zero defect. Faktor penyebab kecacatan produk disebabkan oleh faktor manusia, faktor metode, faktor bahan baku dan faktor mesin. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu diadakan pelatihan secara berkala terhadap pekerja, mencantumkan SOP pembuatan roti pada setiap ruangan proses produksi, meningkatkan pengawasan dimulai dari pemilihan bahan baku, penimbangan bahan, proses produksi, mencantumkan alat ukur secara permanen pada meja produksi, serta penggunaan kartu kanban dan timer untuk mempermudah proses pemangganggan.






