Potensi Energi Terbarukan Dari Biomassa Pertanian Di Kabupaten Jombang
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p11Kata Kunci:
potensi bioenergi, energi terbarukan, biomassa pertanian, waste-to-energy, total heating valueAbstrak
Pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan produksi energi terbarukan merupakan salah satu solusi dalam meningkatan bauran energi baru terbarukan dan produksi pertanian yang berkelanjutan. Kabupaten Jombang menghasilkan komoditas unggulan seperti: padi, jagung, kedelai, kopi, tebu, dan tembakau. Upaya ekstensifikasi pertanian melalui program optimalisasi lahan (OPLAH) di daerah ini ditargetkan meningkatkan produksi pertanian pada tahun 2025. Peningkatan produksi pertanian secara linier akan meningkatkan jumlah biomassa komoditas tersebut. Oleh karena itu, perlu pengukuran potensi energi dari biomassa dengan analisis ketersediaan biomassa yang dihitung berdasarkan jumlah produk pertanian dan ketersediaan biomassa yang belum termanfaatkan dengan pertimbangan penggunaannya sebagai pakan ternak. Potensi energi ditentukan berdasarkan nilai kalor setiap jenis biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur potensi biomassa yang belum termanfaatkan dari kegiatan pertanian di Kabupaten Jombang. Hasil dari pendekatan analisis statistik menunjukkan bahwa biomassa pertanian yang belum termanfaatkan sebesar 861.123,75 ton per tahun dengan ketersediaan paling besar pada batang jagung (40,21%) dan jerami padi (25,65%). Potensi energi yang dihasilkan sebesar 14.954.923,91 GJ/tahun. Potensi pengembangan biomassa untuk produksi energi turut berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan dan secara tidak langsung mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dari pembakaran energi fosil.






