Karakteristik Mikroemulsi Minyak Wangi Vanila dengan Variasi Kecepatan dan Lama Pengadukan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.03.p13Kata Kunci:
Kecepatan Pengadukan, Lama Pengadukan, Mikroemulsi, Minyak Wangi Vanila, TransmitansiAbstrak
Minyak wangi vanila memiliki sifat lipofilik dan volatilitas tinggi sehingga sulit diaplikasikan pada produk berbasis air tanpa penggunaan pelarut alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan dan lama pengadukan terhadap karakteristik mikroemulsi minyak wangi vanila serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu kecepatan pengadukan (600, 700, dan 800 rpm) serta lama pengadukan (6, 7, dan 8 menit). Mikroemulsi dibuat menggunakan campuran surfaktan nonionik Tween 20, Tween 80, dan Span 80 dengan rasio 98:1,5:0,5. Variabel yang diamati meliputi persentase transmitansi setelah inkubasi 24 jam, transmitansi setelah sentrifugasi, transmitansi terhadap pH dan pengenceran, stabilitas selama penyimpanan, dan ukuran partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan dan lama pengadukan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap nilai transmitansi setelah inkubasi 24 jam dan setelah sentrifugasi. Perlakuan terbaik diperoleh pada kecepatan pengadukan 600 rpm selama 7 menit dengan nilai transmitansi setelah inkubasi 24 jam sebesar 97,3±0,283% dan setelah sentrifugasi sebesar 96,5±0,424%. Pengujian terhadap pH dan pengenceran menunjukkan stabilitas terbaik pada pengenceran 1:99 dengan nilai transmitansi sebesar 96,4% pada pH 5,5. Selama penyimpanan 8 minggu terjadi penurunan transmitansi secara bertahap yang mengikuti persamaan regresi linier y = -8,365x + 94,74 (R² = 99,53%). Analisis ukuran partikel menunjukkan rata-rata ukuran droplet sebesar 29,9±0,187 nm dengan distribusi monodispersi yang sempit dan stabil. Dengan demikian, kombinasi kecepatan pengadukan 600 rpm dan lama pengadukan 7 menit menghasilkan karakteristik mikroemulsi minyak wangi vanila terbaik.






