Karakteristik Ekstrak Pewarna Daun Singkong (Manihot esculenta C.) Pada Perlakuan Intensitas Cahaya Selama Penyimpanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2023.v11.i01.p05Kata Kunci:
Ekstrak daun singkong, intensitas cahaya, klorofil, penurunanAbstrak
Kadar klorofil ekstrak daun singkong memiliki sifat peka terhadap cahaya, panas, oksigen, dan degradasi kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui karakteristik ekstrak pewarna daun singkong pada perlakuan intensitas cahaya selama penyimpanan dan (2) menentukan intensitas cahaya yang dapat memberikan penurunan terkecil pada ekstrak pewarna daun singkong selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap sederhana dengan perlakuan intensitas cahaya yang terdiri atas 5 taraf yaitu 1800 lumen, 2600 lumen, 3800 lumen, 4500 lumen, dan 5200 lumen. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali sehingga terdapat 15 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan intensitas cahaya berpengaruh terhadap penurunan kadar total klorofil, klorofil a, klorofil b, kapasitas antioksidan, nilai kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kekuningan (b*) ekstrak daun singkong selama penyimpanan. Intensitas cahaya 1800 lumen merupakan perlakuan yang memberikan penurunan terkecil pada ekstrak daun singkong dengan persentase perubahan kadar total klorofil sebesar 28,10%, klorofil a sebesar 22,68%, klorofil b sebesar 31,44%, dan kapasitas antioksidan sebesar 27,67%, selama 7 hari penyimpanan.






