Nilai Tambah Produk Agroindustri Kelapa di Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p12Kata Kunci:
Agroindustri kelapa, Arang tempurung, Kopra, Metode hayami, Nilai tambah, VCOAbstrak
Kecamatan Sungai Geringging merupakan daerah sentra produksi kelapa di kabupaten Padang Pariaman, dengan luas lahan dan produksi yang tinggi maka kelapa dijadikan sebagai salah satu produk unggulan daerah. Adanya peluang ini maka dapat dimanfaatkan oleh pelaku agroindustri untuk mengolah produk kelapa sehingga menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari produk agroindustri kelapa yaitu kopra, Virgin Coconut Oil (VCO) dan arang tempurung yang ada di Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 dengan tahapan penentuan lokasi penelitian, melakukan wawancara dengan responden, pengumpulan dan perhitungan data menggunakan metode Hayami dan mendapatkan nilai tambah produk agroindustri kelapa. Responden untuk penelitian dipilih secara purposive terdiri dari 3 pelaku usaha yaitu ketua kelompok tani Cahaya Fajar, produsen dan penghasil kopra putih dan arang tempurung kelapa terbesar di Kecamatan Sungai Geringging (Bapak Awal). Hasil perhitungan analisis nilai tambah menggunakan Metode Hayami menunjukkan agroindustri pengolahan kopra memiliki nilai tambah sebesar Rp. 2.610,003/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 60.231%, VCO sebesar Rp. 13.400/Kg dengan rasio nilai tambah 83.750%, dan arang tempurung Rp. 1136.756/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 98.519%. Agroindustri olahan kelapa dengan nilai tambah yang tinggi sangat menguntungkan bagi pelaku usaha dan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi petani kelapa untuk dapat mengolah hasil perkebunan kelapa sendiri sehingga pendapatan petani kelapa meningkat.






