MPIG-First Accelerator Framework Untuk Percepatan Indikasi Geografis Kakao Premium Jembrana: Pendekatan Analytical Hierarchy Process

Penulis

  • I Wayan Suardika PS Magister Penyuluhan Pertanian, Fak.Pertanian dan Bisnis, Univ.Dwijendra
  • I Putu Supartana Universitas Udayana
  • Irwan Febryan Universitas Triatma Mulya, Jembrana
  • I Wayan Gede Sedana Yoga Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p03

Kata Kunci:

Indikasi Geografis, Kakao Jembrana, Analytical Hierarchy Process (AHP), prioritas strategi, penguatan kelembagaan

Abstrak

Kakao Jembrana memiliki karakteristik unggul (kandungan lemak 55,95%, profil aroma fruity-spicy-honey, serta peraih penghargaan Cacao of Excellence 2017 dan Cacao of Excellence Silver Award 2023), namun masih belum memiliki perlindungan hukum melalui Indikasi Geografis (IG). Studi ini bertujuan untuk menentukan strategi prioritas dalam mempercepat pendaftaran IG dan memastikan keberlanjutan kakao Jembrana menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Tujuh pakar yang berasal dari kalangan akademisi, koperasi, pemerintah daerah, dan eksportir berpartisipasi dalam perbandingan berpasangan (pairwise comparisons) menggunakan skala 1–9 Saaty. Lima kriteria (Keunikan Produk, Lingkungan Geografis, Kelembagaan, Daya Saing Pasar, Kesiapan Teknis) dan empat alternatif strategi (Dokumen Deskripsi IG, Pembentukan MPIG, Standardisasi Mutu, serta Branding & Hilirisasi Berkelanjutan) dievaluasi dalam studi ini. Nilai rasio konsistensi (CR < 0,1) mengonfirmasi bahwa penilaian para pakar tersebut andal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesiapan Teknis dan Regulasi (C5) memperoleh bobot kriteria tertinggi (0,2555), diikuti oleh Kelembagaan (0,2396) dan Keunikan Produk (0,2249). Pada tingkat global, Standardisasi Mutu dan Budidaya (A3) menempati peringkat pertama (0,3234), diikuti oleh Branding dan Hilirisasi Berkelanjutan (A4) sebesar 0,2755, Pembentukan MPIG (A2) sebesar 0,2511, dan Penyusunan Dokumen Deskripsi IG (A1) sebesar 0,1499. Kesiapan teknis, khususnya standarisasi mutu, merupakan faktor paling kritis bagi perlindungan IG kakao Jembrana. Infrastruktur teknis yang sudah ada (factory sharing, sertifikasi UTZ) harus dioptimalkan sebagai fondasi sebelum membentuk lembaga MPIG formal dan melakukan aktivitas branding. Studi ini berkontribusi pada kerangka kerja prioritas berbasis AHP yang dapat direplikasi dan mengusulkan sebuah "MPIG-First Accelerator Framework" bagi para pembuat kebijakan untuk akselerasi IG pada komoditas pertanian premium.

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Articles