Karakteristik Nampan Biokomposit Foam Berbasis Tapioka Dan Glukomanan Pada Variasi Suhu Dan Waktu Pencetakan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.03.p07Kata Kunci:
Biocomposite foam, glucomannan, molding temperature, molding time, tapioca.Abstrak
Biokomposit foam merupakan salah satu inovasi bahan kemasan ramah lingkungan yang dikembangkan untuk menggantikan styrofoam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pencetakan terhadap karakteristik nampan biokomposit foam berbasis tapioca dan glukomanan serta menentukan suhu dan waktu pencetakan yang tepat untuk menghasilkan karakteristik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu suhu pencetakan yang terdiri atas 120°C, 150°C, dan 180°C serta waktu pencetakan yang terdiri atas 30 detik, 60 detik, dan 90 detik, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 2 kelompok. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu kuat tarik, ketahanan sobek, perpanjangan saat putus, pampat tetap, densitas, pengembangan tebal (swelling), ketebalan, biodegradasi, dan uji kebocoran. Data dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan waktu pencetakan serta interaksinya berpengaruh nyata terhadap kuat tarik, ketahanan sobek, perpanjangan saat putus, pampat tetap, densitas, swelling, dan biodegradasi, berpengaruh tidak nyata terhadap ketebalan, serta seluruh perlakuan menunjukkan tidak terjadi kebocoran. Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 120°C dan waktu pencetakan 90 detik (S1W3) dengan karakteristik kuat tarik 7,939 N/cm², ketahanan sobek 5,671 N/cm², perpanjangan saat putus 3,973%, pampat tetap 8,740%, densitas 0,268 g/cm³, swelling 0,539%, ketebalan 0,315 cm, biodegradasi 77,6% pada hari ke-20, dan uji kebocoran tidak mengalami kebocoran.






