Karakteristik Fisikokimia Ekstrak Kolagen Dari Ceker Ayam Pada Variasi Konsentrasi Enzim Papain dan Lama Ekstraksi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2025.v13.i01.p03Kata Kunci:
enzim papain, ceker ayam, kolagen, konsentrasi enzim, lama ekstraksiAbstrak
Kolagen merupakan polipeptida yang didominasi oleh asam amino glisin, prolin, dan hidroksiprolin. Polipeptida tersebut dalam bentuk struktur heliks rangkap tiga yang menjadi karakteristik utama kolagen. Ceker ayam yang kaya akan kolagen dapat menjadi alternatif sebagai sumber kolagen yang diterima oleh masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi enzim papain dan lama ekstraksi terhadap karakteristik fisikokimia kolagen yang dihasilkan dan menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia kolagen tertinggi. Penelitian ini merupakan penelitian percobaan yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu konsentrasi enzim papain (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan lama ekstraksi (6, 12, dan 18 jam). Kolagen dalam penelitian ini diuji secara kualitatif (Ninhidrin dan FTIR) dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil FTIR menunjukkan keberhasilan dalam mengekstraksi kolagen dengan mempertahankan struktur dan komponennya. Variabel fisikokimia yang diamati meliputi rendemen, pH, kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kedua perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel yang diamati, kecuali kadar abu. Kombinasi perlakuan untuk menghasilkan karakteristik fisikokimia kolagen tertinggi adalah konsentrasi enzim papain 4% dan lama ekstraksi 18 jam senilai 60,19%. Karakteristik kolagen yang dihasilkan adalah rendemen 0,61%, pH 6,56, kadar air 3,82%, kadar abu 0,85%, dan kadar protein 85,29%.






