daun bidara, saponin, maserasi, ukuran partikel, suhu ekstraksi.
Abstrak
Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) merupakan sumber senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenol, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan dan surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan suhu ekstraksi terhadap karakteristik ekstrak daun bidara sebagai sumber saponin serta menentukan ukuran partikel dan suhu ekstrak si yang terbaik untuk menghasilkan ekstrak daun bidara sebagai sumber saponin. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol 86% selama 48 jam. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yaitu ukuran partikel (40, 60, dan 80 mesh) dan suhu ekstraksi (40°C, 50°C, dan 60°C). Variabel yang diamati meliputi rendemen, kadar saponin kasar, ketinggian busa, dan kapasitas antioksidan. Analisis dilakukan menggunakan analisis va rainsi dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel dan suhu ekstraksi berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel, sedangkan kapasitas antioksidan dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi kedua faktor. Hasil uji indeks efektivitas menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel 80 mesh dan suhu ekstraksi 40°C merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak daun bidara dengan karakteristik rendemen 18,44%, kadar saponin 34,04%, ketinggian busa 34,83 mm, dan kapasitas antioksidan 3,71 mg GAEAC/g.