Analisis Pengendalian Kualitas Biji Kakao Menggunakan Metode SIX SIGMA di PTPN I Kebun Kalirejo Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.03.p04Kata Kunci:
Biji Kakao, FMEA, Pengendalian Kualitas, Six SigmaAbstrak
PTPN I Regional 5 berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, terutama jenis kakao Edel dan Bulk sebagai komoditas unggulannya. Permasalahan yang dihadapi karena penurunan produksi sehingga kualitas biji kakao tidak sesuai standar, ketidakseragaman dan kerusakan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis kecacatan dan jumlah cacat, menganalisis faktor penyebab terjadinya produk cacat, dan merumuskan usulan perbaikan untuk mengurangi jumlah kecacatan. Metode yang digunakan Six Sigma meliputi Define, Measure, Analyze, Improve dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil produksi tahun 2024 Biji Kakao Edel sebanyak 3597 kg dengan 194 kg jenis cacat. Sementara itu, Bulk sebanyak 5461 kg dengan 405 kg jenis cacat. Jenis cacat yaitu ukuran yang tidak seragam dan biji hampa. Nilai DPMO jenis Edel 26.966,92, Nilai final yield 97,31%. Dari nilai DPMO dan final yield diketahui level sigma yaitu 3,5025. Nilai DPMO Bulk 37.081,12, Nilai final yield 96,29%, Dari nilai DPMO dan final yield diketahui level sigma yaitu 3,3455. Hal ini menunjukan kapabilitas sigma dari produksi Biji Kakao Edel dan Bulk telah memenuhi standar final yield Indonesia. Namun memungkinkan perlu dilakukan peningkatan dan perbaikan secara terus-menerus agar mencapai level sigma 6. Hasil dari analisis FMEA ditemukan 4 faktor yaitu bahan baku, mesin, metode dan manusia.






