Studi Pola Konsumsi Pangan di Kabupaten Badung sebagai Indikator Ketahanan dan Diversifikasi Pangan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p05Kata Kunci:
Analisis Situasi, Pola Konsumsi Pangan, Kabupaten BadungAbstrak
Pangan merupakan salah merupakan salah satu kebutuhan mendasar manusia yang paling vital, dan pemenuhannya menjadi hak asasi yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pencapaian status gizi yang baik berkaitan erat dengan ketersediaan pangan yang memadai, sehingga diharapkan dapat mendukung terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas. Pemenuhan pangan sangat berhubungan dengan pola konsumsi. Konsumsi pangan, khususnya di Kabupaten Badung, merujuk pada jumlah dan jenis pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah tersebut. Analisis pola konsumsi pangan di Kabupaten Badung dilakukan untuk mengetahui kebiasaan konsumsi masyarakat melalui analisis situasi serta memberikan rekomendasi dan saran yang tepat untuk memperbaiki pola konsumsi tersebut. Hal ini mencakup penerapan diversifikasi pangan dan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Data yang dikumpulkan meliputi konsumsi ikan, daging, protein hewani, sayuran dan buah, tingkat pemenuhan protein, tingkat pemenuhan energi, persentase ketidakcukupan konsumsi pangan, serta nilai skor Pola Pangan Harapan (PPH). Pengumpulan data dilakukan bekerja sama dengan perangkat daerah terkait, dan ketepatan datanya dibahas melalui metode focus group discussion (FGD). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan dijelaskan berdasarkan kondisi di Kabupaten Badung. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Badung memiliki pola konsumsi serealia yang berlebih, sementara konsumsi umbi-umbian, protein asal ternak (khususnya ikan), kacang-kacangan, buah dan sayur, minyak dan lemak, serta buah dan biji berminyak masih tergolong rendah.






