Kelayakan Usaha dan Kesediaan membayar Terhadap Telur Asin Reverse Osmosis : Analisis Empiris melalui Studi Tekno-Ekonomi dan Penerimaan Pasar
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.03.p02Kata Kunci:
Kelayakan Finansial, Reverse Osmosis, Telur Ayam, Willingness to PayAbstrak
Produksi telur asin umumnya dilakukan dengan metode konvensional yang memerlukan waktu lama dan bergantung pada telur itik sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan teknis, finansial, dan minat pasar terhadap inovasi telur asin berbahan baku telur ayam yang diproses menggunakan teknologi reverse osmosis (RO). Metode penelitian mencakup eksperimen proses pengasinan, analisis finansial (HPP, BEP, NPV, IRR), serta survei kesediaan membayar terhadap 120 konsumen dengan menggunakan kuesioner open-ended dan teknik bidding bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RO mampu mempercepat proses pengasinan menjadi tiga hari, menghasilkan mutu organoleptik yang baik, serta aman secara mikrobiologis. Dari sisi ekonomi, diperoleh HPP Rp 4.267 per butir, BEP tercapai pada 25 siklus, dan nilai NPV serta IRR menunjukkan kelayakan investasi. Dari sisi pasar, tingkat minat tertinggi konsumen berada pada harga Rp 8.500, yang mencerminkan penerimaan kuat terhadap produk inovasi ini. Temuan tersebut menegaskan bahwa telur asin reverse osmosis berpotensi dikembangkan sebagai produk agroindustri bernilai tambah dengan prospek pasar yang menjanjikan, khususnya bagi pelaku UMKM.






