Karakterisasi Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana L.) Pada Perlakuan Konsentrasi Metanol Dan Lama Maserisasi

Penulis

  • Virginia Agnes Universitas Udayana
  • Ni Made Wartini Universitas Udayana
  • Nyoman Semadi Antara Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p01

Kata Kunci:

Antioksidan, daun bidara, Konsentrasi, lama maserasi, saponin

Abstrak

 

Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami, antibakteri, serta memiliki potensi aplikatif di bidang kesehatan dan industri. Saponin, salah satu senyawa utamanya, berfungsi sebagai surfaktan alami yang dapat menghasilkan busa serta memiliki aktivitas antibakteri dan imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi metanol (60%, 70%, dan 80%) dan lama maserasi (24, 48, dan 60 jam) terhadap karakteristik ekstrak daun bidara, serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan parameter penelitian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga kali ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen ekstrak, kadar saponin kasar, tinggi busa, dan kapasitas antioksidan. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi metanol dan lama maserasi berpengaruh nyata terhadap rendemen dan kapasitas antioksidan, sedangkan interaksinya berpengaruh signifikan terhadap kadar saponin. Tinggi busa tidak dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi perlakuan. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi metanol 80% dengan lama maserasi 48 jam, menghasilkan rendemen sebesar 12,29±1,20%, kadar saponin kasar 50,13±0,30%, tinggi busa 24,44±0,19 mm, dan kapasitas antioksidan 0,59±0,09 mg GAEAC/g. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pelarut dan lama maserasi yang tepat dapat mengoptimalkan ekstraksi senyawa aktif daun bidara. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan metode ekstraksi berbasis bahan alam dan pemanfaatan daun bidara sebagai bahan baku potensial dalam pangan fungsional, kosmetik, dan farmasi.

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Articles