Review Artikel: Studi Potensi Antibakteri Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn.) dan Kurkumin pada Kunyit Secara In Vitro dengan Metode Mikrodilusi

Penulis

  • Anak Agung Tria Restika Pratiwi
  • Ni Putu Eka Leliqia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JIFN.2025.v01.i02.p10

Kata Kunci:

Antibakteri, Curcuma longa, Kurkumin, Mikrodilusi, Rimpang kunyit

Abstrak

Rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.) telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional karena sifat antibakterinya, yang sebagian besar disebabkan oleh komponen aktif utamanya yaitu kurkumin. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk menganalisis hasil penelitian mengenai studi potensi antibakteri dari rimpang kunyit dan kurkumin terhadap berbagai jenis bakteri yang diuji secara in vitro menggunakan metode mikrodilusi. Artikel ini merupakan narrative review yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai penelitian yang telah menguji efek antibakteri ekstrak rimpang kunyit dan kurkumin terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Ekstrak rimpang kunyit terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Bacillus subtilis, Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, Enterococcus faecalis, Streptococcus mutans, Cutibacterium acnes, Staphylococcus intermedius, Streptococcus pyogenes, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Aeromonas hydrophila, Klebsiella pneumoniae, Vibrio cholerae, Salmonella typhimurium, Acinetobacter baumannii, Vibrio harveyi, Vibrio alginolyticus, Edwardsiella tarda, Vibrio parahaemolyticus, dan Vibrio vulnificus. Sedangkan kurkumin terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli, S. typhimurium, P. aeruginosa, S. aureus, B. subtilis, K. pneumoniae, E. faecalis, Acinetobacter lwoffii, dan Staphylococcus haemolyticus. Hasil dari berbagai studi menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit memiliki potensi antibakteri dengan nilai KHM yang bervariasi. Aktivitas antibakteri paling tinggi diperoleh pada ekstrak heksana rimpang kunyit terhadap bakteri Gram positif S. agalactiae, S. intermedius dan B. subtilis dengan KHM sebesar 0,000125 μg/mL. Sedangkan senyawa kurkumin memiliki aktivitas antibakteri tertinggi pada S. aureus dengan nilai KHM 0,000125 μg/mL. Data pada artikel ini mendukung penggunaan rimpang kunyit dan kurkumin sebagai agen antibakteri dan mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam aplikasi medis dan farmasi.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-11