Systematic Review: Efektivitas Minyak Atsiri Citrus sebagai Agen Ansiolitik
DOI:
https://doi.org/10.24843/JIFN.2025.v01.i02.p07Kata Kunci:
Ansietas, Citrus, Gangguan kecemasan, Mekanisme kerja, Minyak atsiriAbstrak
Ansietas atau gangguan kecemasan diartikan sebagai perasaan cemas irasional yang berpotensi mengganggu kegiatan harian akibat sulit berkonsentrasi. Hingga tahun 2015, prevalensi gangguan kecemasan atau ansietas di Asia Tenggara diperkirakan sebanyak 23% dari 264 juta kasus di dunia. Minyak atsiri dari genus Citrus telah umum digunakan untuk mengurangi gejala ansietas. Review ini bertujuan untuk menilai secara sistematis efektivitas minyak atsiri Citrus sebagai agen ansiolitik, serta mengetahui sumber tanaman penghasil, komponen senyawa, dan mekanisme kerjanya. Kajian sistematis ini menganalisis studi yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir (2019-2024) melalui database PubMed dan Scopus menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Dengan kata kunci spesifik “Citrus" AND (“essential oil” OR ”essential oils" OR “volatile” OR ”volatiles" OR “terpene” OR ”terpenes" OR “terpenoid” OR "terpenoids") AND ("anxiety" OR "anxiolytic") AND ("mechanism" OR "receptor"), diperoleh enam artikel dari total 26 artikel yang termasuk kriteria inklusi. Model pengujian pada setiap artikel dilakukan secara preklinis terhadap hewan uji yang diberikan terapi dengan rute pemberian inhalasi, intraperitoneal, atau peroral, kemudian diamati tingkah laku hewan uji menggunakan metode, seperti light-dark test, elevated plus maze, dan open field-test. Terdapat juga studi in vitro tambahan pada artikel tertentu yang dilakukan untuk memastikan mekanisme minyak atsiri Citrus terhadap reseptor target. Minyak atsiri dari lima spesies Citrus dan senyawa komponennya, seperti limonen dan γ-terpinen terbukti memiliki efek ansiolitik melalui aktivasi reseptor A2A, memodulasi reseptor GABAA, 5HT1A, atau menghambat sintesis oksida nitrat pada korteks serebral.