Analisis Keruangan : Pola Sebaran Tinggalan Arkeologi Bunker, Gardu Perrtahanan (Pillbox), dan Tugu di Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan

Authors

  • Immanuel Excelson Daniel Gosal Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Ketut Puji Astiti Laksmi Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Zuraidah Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Kristiawan Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JH.2026.v30.i02.p04

Keywords:

archaeology, spatial pattern, Balikpapan, military Ddefence, historical site

Abstract

Balikpapan City was pivotal in the pre-independence petroleum industry. As a vital geopolitical asset, it became a strategic WWII theater between Japanese and Allied forces. Military defense remnants including bunkers, trenches, artillery, and military bases are extensively concentrated in East Balikpapan District. However, the physical integrity of these archaeological sites faces severe degradation from rapid population growth and demographic shifts, triggering massive morphological changes to the area. To mitigate this, this study employs a Descriptive-Comparative method utilizing a Geographic Information System (GIS) to precisely map spatial coordinates and artifact distribution patterns. This data serves as a deterministic baseline to formulate protection zoning policies, ensuring the preservation of the historical, scientific, and educational values of these cultural heritage objects amidst rapid urbanization.

References

Aris, S. (n.d.). Pola Pemukiman Mengelompok.

Australian War Memorial. (1945, July). Operation “Oboe Two” Maps.

Balikpapan.go.id. (2011, 27 Desember). Wilayah Adminisitrasi Kota Balikpapan. Diakses pada Kamis 29 Januari 2026, dari laman Retrieved from https://web.balikpapan.go.id/detail/read/96

Clarke, D. L. (1977). Spatial information in archaeology. In D. L. Clarke (Ed.), Spatial archaeology (pp. 1–32). London, England: Academic Press.

Geospasial. (2025). Shapefile batas administrasni kelurahan.

Hardianti, A., Aswati, M., & Hayunira, S. (2021). Identifikasi Kerusakan dan Bentuk Penanganan Bunker Pada Masa Perang Dunai II di Kawasan Lanud TNI AU Haluoleo di Kecamatan Ranomeeto Konawe Selatan. Sangia: Jurnal Penelitian Arkeologi, 5(1), 35–48.

Horhoruw, S. M. (2015). Struktur Arus dan Variaso Spasial Arlindo di Selat Makassar dari Ewin 2013. ILMU KELAUTAN, 20(2), 87–10.

Ina-Geospasial. (2025). Shapefile batas administrasi kelurahan.

Kirilenko, A. P. (n.d.). Geographic Information System (GIS) Making Sense Of Geospatial Data. In Applied Data Science in Tourism, R. Egger, Ed Cham : Springer International Publishing, 2022, pp. 513-526. doi : 10.1007/978-3-030-88389-8_24

Kkbi. (n.d.). Tugu.

Laksmi, N. K. P. A., dkk. (2025). Laporan Riset MBKM Arkeologi Udayana 2025; Identifikasi Nilai Penting Tinggalan Arkeologi Masa Perang Dunia II di Balikpapan Sebagai Penguat Identitas Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia.

Ludwig, J. A., & Reynolds, J. F. (1988). Statistical Ecology a Primer on Methods and Coumputing. A Wiley-Intercience Publication.

Mujabuddawat, M., & Handoko, W. (2018). Sebaran Bangunan Pillbox Sebagai Strategi Pertahanan Jepang di Teluk Ambon. Forum Arkeologi, 31(2), 117–128.

Mundadjito. (1993). Pertimbangan Ekologi Dalam Penempatan Situs Masa Hindu-Buda di Daerah Yogyakarta: Kajian Arkeologi-Ruang Skala Makro. (Disertasi Doktoral, Universitas Indonesia). Repository UI. https://lib.ui.ac.id/detail?id=82441&lokasi=lokal

Natsir, M., Abubakar, N., & Djumiati. (2015). Bunker Peninggalan Jepang di Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar.

Novianti, T. C., dkk. (2025). Analisis Pola Sebaran Spasial dan Klasterisasi Objek Wisata Sebagai Dasar Pengembangan Rute Wisata Terpadu di Kecamatan Kalianda. Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi, Vol 4, No 2

Pratama, A. R. (n.d.). Industri Minyak di Balikpapan Sebelum Perang Dunia II. Journal Unair. Di kutip pada 9 April 2025, Retrieved from http://journal.unair.ac.id/filerPDF/Industri%20Minyak%20di%20Balikpapan%20Sebelum%20Perang%20Dunia%20II.pdf

Primatono, S. B. (2017). Studi Bunker Jepang di Lumajang Tahun 1942–1945. AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, 5(1), 1461.

Saputra, D., Nurhayati, & Arifin, H. S. (2025). Memetaan Perubahan Lanskap dan Sebaran Objek Lanskap Budaya pada Situs Kesultanan Serdang dan Situs Kerajaan Bedagai di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Berkala Arkeologi, 45(2), 147–170.

Setiadi, I. B. (2022). Dari Arkeologi-Ruang Mundarjito Situs Warisan Budaya Indonesia. Edisi Khusus, 1–15.

Setyawan, A. (2015). Benteng-Benteng Surabaya. Yogyakarta: Mata Padi Pressindo.

Susanto, N. N. (2008, Juni). Laporan Penelitian; Penelitian Benteng Pertahanan Masa Kolonial di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Tim Pengelola SIPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Balikpapan. (2015). SIPD. Pemerintah Kota Balikpapan.

Tomlinson, R. (1969). A geographic information system for regional planning. Ottawa, Canada: Department of Forestry and Rural Development, Government of Canada.

Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Wahyuni, S. (2019). E-modul Geografi: Interaksi Keruangan Desa dan Kota. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Wasita, M. A. (2018). Laporan Penelitian Arkeologi 2018; Tinggalan Arkeologi di Kawasan Kota Balikpapan: Kondisi Objek dan Partisipasi Masyarakat dalam Pelestariannya. Balai Arkeologi Kalimantan Selatan.

Yayu. (n.d.). Pola Pemukiman Melingkar.

Yuwono, J. S. E. (2007). Kontribusi Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Dalam Berbagai Skala Arkeologi. Berkala Arkeologi, 27(2), 81–102.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Analisis Keruangan : Pola Sebaran Tinggalan Arkeologi Bunker, Gardu Perrtahanan (Pillbox), dan Tugu di Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. (2026). Humanis, 30(2), 176-197. https://doi.org/10.24843/JH.2026.v30.i02.p04