Turismemorfosis: Tahapan selama seratus tahun perkembangan dan prediksi pariwisata Bali
Keywords:
Bali tourism, tourismemorphosis, paradigm, compromise, transtourismAbstract
Bali Tourism has grown for the hundred years, but there has never been a mapping of its developmental stages and its future predictions. This article examines the development of tourism in Bali in the past, present, and future predictions, as well as discourse in each stage. Data were collected by literature study, observation, and in-depth interviews with diachronic informants. The main theory used is critical evolution and genealogy. This article offers a model of tourismemorphosis as a stage of tourism development along with its paradigms including the introduction stage, reaction stage, institutional stage, and compromise stage. The prediction of future Bali tourism development is to remain at the compromise stage with the transtourism paradigm that is paradigm with the effort of adjusting all tourism components to respond to the big and rapid changes of tourism globally. Always compromise, Bali tourism stakeholders in the future are still demanded to be creative in the future, customary government, market dynamics, IT development, customs, and religious rituals to survive or even move forward.
References
Alam, B. 2014. Antropologi dan Civil Society: Pendekatan Teori
Kebudayaan. Antropologi Indonesia. Google Scholaar Link.
Anom, I Putu, Saptono Nugroho, I Gst. Ag. Oka Mahagangga.
2016. “Problematika Pariwisata Bali, Membangun Paradigma
Pariwisata Bali Masa Depan”. Denpasar: Laporan Hasil Penelitian
Hibah Unggulan Udayana-LPPM Universitas Udayana.
Ardhana, I Ketut. 2015. Nasionalisasi Perusahaan : Peralihan dari
Perusahaan Belanda ke Perusahaan Lokal di Bali. AAA. Dewi
Girindrawardani dan Slamat Trisila (ed.). Membuka Jalan
Keilmuan, Kusumanjali 80 Tahun Prof. DR. Anak Agung Gde Putra
Agung, S.U. Denpasar: Pustaka Larasan
Arief, Budiman. 2009. Pengetahuan dan Metode: Karya-karya Penting
Michel Foucault. Yogyakarta: Jalasutra.
Beratha, N. L Sutjiati., Sukarini, N. W., & Rajeg. 2016. I. Hibridisasi
Seni Kerajinan Patung di Desa Kedisan, Bali. Jurnal Kajian Bali
(Journal of Bali Studies), 6(2), 177-194. Google Scholaar Link.
Bungin, Burhan. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Raja
Grafindo Persada.
Butler, R. W. (1980). The concept of a tourist area cycle of evolution:
implications for Management of Resources. The Canadian
Geographer 24(1), 5-12.
Fidler, Roger. 2003. Mediamorfosis: Memahami Media Baru. Yogyakarta:
Bentang Budaya.
Futtro, Tiko Dwiantoro. 2012. “Peran Dewan Turisme Indonesia Dalam
Menunjang Pariwisata di Indonesia (1957-1965)”. Penelitian yang
Tidak Dipublikasikan. Depok: PS Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.
Geriya, I Wayan. 2003. Pola Partisipasi dan Strategi Perjuangan Hak-
Hak Komuniti Lokal dalam Pembangunan Pariwisata di Era
Multikultural (Perspektif Pariwisata Budaya Bali) dalam “Guratan
Budaya dalam Perspektif Multikultural, Persembahan Kepada Prof.
Ngurah Bagus”. Denpasar : Fakultas Sastra Unud.
Giddens, Anthony. 1984. The Constitution of Society: Outline of the
Theory of Structuration, Berkeley and Los Angeles: University of
California Press.
Giddens, Anthony. 2010. Metode Sosiologi: Kaidah-kaidah Baru,
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hanna, W.A. 1976. Bali Profile, People, Evens, Circumstances. New York:
American Universities Field Staff.
Hardiman, F. Budi. 2012. Melampaui Positivisme dan Modernitas:
Diskursus Filosofis tentang Metode Ilmiah dan Problem Modernitas.
Yogyakarta: Kanisius.
Karsidi, R. (2001). Paradigma Baru Penyuluhan Pembangunan dalam
Pemberdayaan Masyarakat. MediaTor (Jurnal Komunikasi), 2(1),
115-125.
Kodhyat, H. 1996. Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indonesia.
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Kuncoro Mudrajat. 2012. Perencanaan Daerah, Bagaiamana Membangun
Ekonomi Lokal, Kota dan Kawasan? Jakarta: Salemba Empat.
Miles dan Hubberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press
Moleong, Lexy. 2005. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda
Karya, Bandung.
Murdiastuti, Anastasia, Hemanto Rohman, dan Suji. 2014. Kebijakan
Pengembangan Pariwisata Berbasis Democratic Governance.
Surabaya: Pustaka Radja
Nordholt, H.S., Bambang Purwanto, Ratna Saptari. 2008. “Memikir
Ulang Histiografi Indonesia” dalam Nordholt, H.S., Bambang
Purwanto, Ratna Saptari (ed). Perspektif Baru Penulisan Sejarah
Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, KITLV dan Pustaka
Larasan.
Nugraha, Iskandar P. 2006. Buku Panduan Wisata Kolonial di
Indonesia (Bagian dari “Politics Seeing’ Belanda?”). Jurnal Kajian
Budaya Volume 3 Nomor 5 Januari 2006. Denpasar: PS. S2 Kajian
Budaya-Universitas Udayana.
Peraturan Daerah Propinsi Tingkat I Bali Nomor 3 Tahun 1974 tentang
Pariwisata Budaya. Badung: Pemerintah Daerah Propinsi Tk. I
Bali.
Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor 3 tahun 1991
Tentang Pariwisata Budaya. Denpasar: Pemerintah Propinsi Tk.
I Bali.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011
tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional
Tahun 2010-2025. Jakarta : Setneg. RI.
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2012 tentang
Kepariwisataan Budaya Bali. Denpasar: Setda Provinsi Bali.
Picard, Michel. 2006. Bali: Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata (terj.)
Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Pitana, I Gde. 2002. “Pariwisata, Wahana Pelestarian Kebudayaan dan
Dinamika Masyarakat Bali”. Pidato Pengukuhan Guru Besar
bidang Sosial Pariwisata. Denpasar: Universitas Udayana
Pitana, I Gde. 2016. “Strategi Pembangunan Pariwisata Indonesia”.
Prosiding Seminar Nasional Bali Up Date 2016. Denpasar: Pusat
Kajian Bali Universitas Udayana dan Pemprov. Bali
Putra Agung, A.A.Gde, Drs. FX Soenaryo, Drs. Ida Agus Sidemen.
Sejarah Sosial Kota Singaraja. Jakarta: Depdikbud, Direktorat
Sejarah dan nilai Tradisional, Proyek Invetarisasi dan
Dokumentasi Sejarah Nasional, 1984
Putra, I Nyoman Darma. 2012. Pasangan Pionir Pariwisata Bali. Denpasar:
Jagatpress.
Raharjo, Supratikno dan Agus Aris Munandar. 1998. “Dampak
Pariwisata Terhadap Kebudayaan Bali”. Susanto Zuhdi (ed).
Sejarah Kebudayaan Bali: Kajian Pengembangan dan Dampak
Pariwisata. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
RI
Sarup, Madan. 2011. Poststrukturalisme dan Posmodernisme, Yogyakarta:
Jalasutra
Sendra, I Made. 2016. “Paradigma Kepariwisataan Bali Tahun 1930-
an: Studi Genealogi Kepariwisataan Budaya”, Jurnal Kajian Bali
(Journal of Bali Studies), 6(2), 97-124.
Sudrajat, A., & UNY, P. I. S. F. 1998. Jurgen Habermas: Teori Kritis
dengan paradigma komunikasi. Url: http://staff. uny. ac. id/system/
files/penelitian/Ajat% 20Sudrajat,% 20Prof.% 20Dr, 20.
Sugiharto, Bambang. 1996. Postmodernisme: Tantangan bagi Filsafat.
Yogyakarta: Kanisius
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sujana, N. 1994. Manusia Bali di Persimpangan Jalan. Dalam Dinamika
Masyarakat dan Kebudayaan Bali. Denpasar: Offset Bali Post.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang
Kepariwisataan. Jakarta : Kementerian Pariwisata RI.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 tentang
Kepariwisataan. Jakarta: Deparpostel RI.
Wijaya, Nyoman. 2015. “Lintas Budaya Global Lokal di Bali Dalam
Perspektif Sejarah”. dalam AAA. Dewi Girindrawardani dan
Slamat Trisila (ed.). Membuka Jalan Keilmuan, Kusumanjali 80
Tahun Prof. Dr. Anak Agung Gde Putra Agung, S.U. Denpasar:
Pustaka Larasan.
Wijayanto, E. 2013. Memetika sebagai Studi Kebudayaan Berbasis
Evolusi. MELINTAS, 29 (1).
Yoeti, A. Oka. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: PT Angkasa.













