Fenomena Langgam Penjor Galungan pada Era Kekinian Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i02.p07%20Keywords:
phenomenon, visual, penjor GalunganAbstract
The making of penjor for the Hindu holy day of Galungan shows the existence of innovation and excessive creativities. This research was aimed at investigating the phenomenon of penjor Galungan style in the contemporary Bali which viewed from the community involvement, the use of material, and the emergence of spiritual meaning. This study used descriptive qualitative research method. The data collection was carried out through observation and literature review. The analysis shows that the Hindu community in Bali currently prefers buying the elements of penjor for rather than make by themselves; the making of penjor Galungan uses contemporary available material; and the structural spiritual meaning of penjor Galungan is being embellished by the domination of contemporary spiritual meanings.
References
Agger, Ben. 2008. Teori Sosial Kritis: Kritik, Penerapan dan Implikasinya.
(Nurhadi, Pentj). Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Atmadja, Anantawikrama Tungga, Nengah Bawa Atmadja. 2016.
”Konsentrasi Penjor Galungan-Kuningan di Bali Visualisasi Doa
Petisi secara Demontratif untuk Kemakmuran pada Era masyarakat
Tontonan” Jurnal Kajian Bali, Vol.06, No.02, pp.159-176 http://ojs.
unud.ac.id/index.php/kajianbali (diakses 11 September 2018).
Babad Bali.com “Tafsir Agama Hindu”, 3 Nop 2012.
Barker, Chris. 2000. Cultural Studies: Teori & Praktik. (Nurhadi, Pentj).
Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Budiman, Manneke. 2002. Indonesia: Perang Tanda dalam Indonesia: Tanda
yang Retak. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. p.30
Budiarta, I Made. 2013. “Sampihan Penjor Laris Manis” http://www.
nusapenidamedia.com (diakses 26 Agustus 2018)
Burton, Graeme. 2012. Media dan Budaya Populer. (Adlin, Editor).
Yogyakarta: Jalasutra.
Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern,
Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers
Pitana, I Gde (edit). 1994. Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Bali.
Denpasar: Bali Post.
Santoso, Listiyono, dkk. 2007. Epistemologi Kiri. Jojakarta: AR-RUZZ
MEDIA.
Sutika, I Ketut. 2016. “Ketua PHDI: Penjor Galungan hendaknya sederhana”
www.antaranews.com (diakses 20 Agustus 2018).
Ritzer. Goodman. 2012. Teori Sosiologi Klasik–Post Modern Edisi Terbaru
(Trans: Nurhadi). Yogyakarta: Kreasi Wacana. 587.
Tantra, Dewa Komang. 2014. Membaca Perubahan Bali. Kuta: Wisnu Press.
p.193
Wira, I Made. 2012. “Penjor Galungan di Bali”. http://imadewira.com
(dikakses 27 Agustus 2018).
Zoest, Aart Van. 1993. Semiotika: Tentang Tanda, Cara Kerjanya dan Apa yang
kita Lakukan Dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung. p.4













