Perbandingan Kadar Total Fenolik Bawang Hitam Tunggal Dan Majemuk Yang Diekstraksi Dengan Etanol Dan Air
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p15Kata Kunci:
bawang hitam, etanol, maserasi, pelarut, total fenolikAbstrak
Peningkatan paparan radikal bebas dalam kehidupan modern meningkatkan kebutuhan terhadap pangan fungsional kaya antioksidan, salah satunya black garlic yang diketahui mengalami peningkatan kandungan polifenol setelah proses fermentasi. Variasi jenis bawang serta perbedaan polaritas pelarut berpotensi memengaruhi jumlah senyawa fenolik yang terekstraksi, tetapi perbandingan ekstraksi menggunakan etanol 70% dan akuades pada black garlic tunggal dan majemuk belum banyak diteliti. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penggunaan jenis pelarut dan varietas black garlic yang berbeda terhadap karakteristik fisik ekstrak, rendemen, kadar sisa pelarut, serta kadar total fenolik (TPC). Maserasi dipilih sebagai metode ekstrasi yang diikuti pengukuran TPC menggunakan reagen Folin-Ciocalteu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi menggunakan pelarut etanol menghasilkan ekstrak dengan warna lebih pekat, sedangkan hasil ekstraksi menggunakan pelarut akuades tampak lebih encer dan menghasilkan rendemen lebih tinggi. Rendemen akuades tercatat 40,50% pada black garlic tunggal dan 58,50% pada black garlic majemuk, lebih besar dibandingkan rendemen etanol. Seluruh sampel memiliki kadar sisa pelarut dibawah batas aman. Nilai TPC berada pada kisaran 4,641–4,770 mg GAE/g dan analisis statistiknya menunjukkan bahwa pelarut maupun jenis bawang tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua pelarut memiliki efektivitas serupa dalam mengekstraksi senyawa fenolik, sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan pertimbangan praktis.






