Keragaman Dan Potensi Pangan Tradisional Berbasis Lokal Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i02.p06

Kata Kunci:

pangan tradisional, pangan fungsional, moke, Sikka, agroindustri

Abstrak

Pangan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang diolah dari bahan lokal dan diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas. Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki keragaman pangan tradisional yang masih dikonsumsi masyarakat, namun belum terdokumentasi secara sistematis, terutama terkait jenis pangan, teknik pengolahan, serta potensi manfaat kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan pangan tradisional di Kabupaten Sikka sebagai dasar pengembangan agroindustri pangan berbasis lokal, penguatan ketahanan pangan, serta pengendalian masalah gizi seperti stunting. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Responden dipilih secara purposive sebanyak 60 orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pengolahan serta konsumsi pangan tradisional. Lokasi penelitian meliputi empat kecamatan, yaitu Nita, Alok, Mego, dan Kewapante. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis pangan tradisional yang masih dikonsumsi masyarakat, yang dikelompokkan menjadi pangan pokok, lauk-pauk, sambal, minuman tradisional, dan kudapan. Teknik pengolahan meliputi panas basah, panas kering, fermentasi, serta pengolahan tanpa dimasak dengan memanfaatkan bahan lokal seperti ubi kayu, sorgum, ikan, dan kelapa. Beberapa pangan tradisional diyakini memiliki potensi fungsional, antara lain lawar kligong yang dipercaya melancarkan pencernaan dan moke ba'i yang dikonsumsi untuk mendukung produksi ASI. Temuan ini menunjukkan bahwa pangan tradisional Kabupaten Sikka berpotensi dikembangkan sebagai basis inovasi pangan fungsional dan agroindustri lokal, sekaligus mendukung diversifikasi pangan, ketahanan pangan, dan upaya pencegahan stunting berbasis sumber daya lokal. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai kandungan gizi dan senyawa bioaktif serta penguatan inovasi teknologi pengolahan dan standardisasi mutu produk.

Diterbitkan

2026-06-29

Terbitan

Bagian

Articles