Foscarnet dan Cidofovir sebagai Alternatif Pengobatan Infeksi Virus Herpes Simplex pada Resistensi Asiklovir

Authors

  • Salsabila Savitri Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram
  • Vanesya Khulaila
  • Candra Dwipayana Hamdin

DOI:

https://doi.org/10.24843/JFU.2026.V15.i01.p04

Keywords:

Acyclovir Resistence, Herpes Simplex Virus, Foscarnet, Mutation, Cidofovir

Abstract

Resistensi terhadap acyclovir (ACV) pada infeksi HSV menjadi tantangan signifikan pada pasien imunokompromais karena dapat menyebabkan infeksi persisten, lesi progresif, dan peningkatan morbiditas serta mortalitas. Mekanisme resistensi terutama disebabkan mutasi UL23 (thymidine kinase) dan UL30 (DNA polimerase) yang menghambat aktivasi ACV atau menurunkan afinitas terhadap obat. Kondisi ini banyak ditemukan pada pasien HIV dengan CD4 rendah, penerima transplantasi, dan pasien kanker yang mendapat kemoterapi. Diagnosis memerlukan uji fenotipik, genotipik, dan pemantauan viral load. Bila ACV tidak efektif, foscarnet dan cidofovir menjadi pilihan karena tidak bergantung pada thymidine kinase, meskipun dibatasi nefrotoksisitas sehingga membutuhkan pemantauan ketat dan strategi proteksi ginjal. Optimalisasi uji resistensi, penggunaan ACV yang rasional, dan pengembangan inhibitor helicase–primase seperti pritelivir menawarkan pendekatan baru untuk meningkatkan keberhasilan terapi pada kasus HSV resisten.

Downloads

Published

2026-08-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Foscarnet dan Cidofovir sebagai Alternatif Pengobatan Infeksi Virus Herpes Simplex pada Resistensi Asiklovir. (2026). Jurnal Farmasi Udayana, 15(1). https://doi.org/10.24843/JFU.2026.V15.i01.p04