Determinan Volume Ekspor Komoditas Kayu (HS 44) Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.24843/EEP.2025.v14.i04.p02Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, memiliki potensi besar dalam ekspor sektor kehutanan, khususnya pada komoditas kayu (HS 44). Meskipun memiliki potensi besar, volume ekspor komoditas kayu (HS 44) Indonesia menunjukkan fluktuasi dalam lima tahun terakhir. Fenomena yang menarik adalah fluktuasi volume ekspor komoditas ini yang tidak selalu sesuai dengan salah satu teori perdagangan, yaitu gravity model. Sebagai contoh, ekspor ke negara-negara jauh seperti Jepang dan China justru lebih tinggi dibandingkan dengan negara yang lebih dekat seperti Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan geografis belum sepenuhnya dapat menjelaskan pola perdagangan ekspor kayu Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GDP negara tujuan, jarak geografis, populasi, dan kebijakan non-tarif (restriksi impor) terhadap volume ekspor kayu Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan random effect model terhadap tiga puluh negara tujuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor. Secara parsial, GDP berpengaruh positif signifikan, jarak geografis berpengaruh negatif signifikan, sedangkan populasi dan kebijakan non-tarif tidak berpengaruh signifikan. Hasil ini menunjukkan pentingnya kekuatan ekonomi negara tujuan dan efisiensi logistik dalam strategi peningkatan ekspor komoditas kayu (HS 44) Indonesia
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 E-Jurnal Ekonomi Pembangunan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




